haloo . call me TITON. simple . t-shirt . FULL COLOR . of jeans . shoes . hairspray . hair clamp . jacket . long black hair . always carry the bag where it was . bodorr gilllaaa :D. humor. fault0finding . can not be silent . not thin . hahaha *)) . not colored nor white ? so ? you think by themselves . haha !

. SO ? .

what was i ! this is me myself and i characterize the nature of me. however i really love myself and my life . i really love it . life is dream and i must continue from this sec !
i sure , i can , can , i can get this :)) *




___________________________________________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________________________________________



Sabtu, 19 Februari 2011

Apanya yang BEDA? SAMA kok !!

“agama islam lah yang paling benar, islam agama saya. besok kau kan mati kafir!”  “fuck, Kafir!”
 “saya senantiasa memuja Yesus, Tuhan pencipta alam dan seisinya , islam adalah aliran sesat”  “islam taik anjing!”


                    Kurang lebih itulah yang saya lihat dari beberapa akun facebook yang akhir2 ini sedang marak di bicarakan oleh banyak kalangan. Manusia saling menghujat dan saling mengklaim bahwa agama sendiri lah yang paling benar. Gambar serta tulisan2 kotor yang seharusnya tidak pantas di publikasikan menjadi ajang perlombaan seakan mereka tidak mau kalah membela agamanya sendiri. Pembelaan agama dilakukan dengan cara cacimaki dan hinaan terhadap agama lain. Cemooh hingga saling mengolok- olok dianggap senjata yang ampuh bagi para pelakunya. Menjatuhkan Tuhan lawan, seolah menjadi kebiasaan dalam beragama. Padahal, dari kitab yang saya pelajari tidak dibenarkan untuk mencela agama lain. Dan saya yakin kitab manapun pasti mengajarkan seperti itu bukan? Ya, inilah realita yang saya temui beberapa waktu lalu.

                    Budaya ini disebut fanatisme. dimana anggapan bahwa apa yang dianut menjadi yang paling benar diantara lainya. Pemeluk agama fanatik ini menafikan, bahkan membenci pemeluk agama yang lain dengan dirinya. Para pemeluk agama fanatik yang membenci komunitas diluar agamanya biasanya justru semakin dihargai dan di agungkan oleh kelompoknya. manusiap enganut fanatic terkadang menjadi gampang tersulut amarahnya ketika hasutan menghampiri. Satu kata saja dari sang profokator bisa penyebab api kemarahan, dendam lalu membalasnya dengan lebih parah lagi. Begitu seterusnya, tanpa berujung.






                    Selama ini, yang saya tau Bangsa Indonesia menganut paham “Bhineka Tunggal Ika”. Yang artinya berbeda tetapi satu. Lalu? Apa yang kita lihat sekarang? Ataukah mungkin kini hanya slogan belaka saja, tanpa realisasi didalamnya?  Toleransi agama menjadi mata kuliah semata yang hanya dipelajari di kampus, dapet nilai B , lulus lalu pura- pura hilang ingatan.





Mengapa?

                    Mengapa Perbedaan agama memicu konflik dan terror antar keduanya? Mengapa  perbedaan agama telah menjadi kendala sepasang kekasih untuk melanjutkan hubungan menikah?   Mengapa perbedaan agama menjadi pagar pembatas antara teman dan tetangga? Mengapa perbedaan agama menjadikan kawan berubah jadi lawan? Lagi lagi mengapa. Dan lagi lagi perbedaan agama.  Fyuuuhh :3

                    Kurangnya toleransi didalam beragama terkadang menjadi faktor utamanya. Dialog dan komunikasi tidak dihiraukan lagi ketika terjadi sedikit percikan api perselisihan pendapat antara keduanya, jika dibiarkan akan menjadi api besar yang bisa merusak bahkan mengahncurkan satu sama lain. Di dalam medan hidup, kita diciptakan untuk saling berdampingan dengan manusia beragama lain. Yang seharusnya kita lebih bisa menghargainya. Karena kepercayaan kepada Tuhan telah ada di dalam lubuk jiwa manusia.


Seperti yang saya dengar dari sebagian lirik lagu yang dinyanyikan Marcell
 *Tuhan itu satu, kita yang tak sama*

                     Orang beradab pasti pandai menghormati keyakinan orang lain,walaupun dia sendiri tidak sesuai dengan keyakinan itu. Tradisi kekerasan, saling hujat antar umat beragama tidak boleh direduksi atas nama kelompok mayoritas,  agama bahkan Tuhan. Maksud agama ialah merentangkan jalan, manakala fikiran manusia membandingkan dan membedakan.


Tegal yang tumben2an hujan , 25 Januari 2011
*titon anastyan safitri #Now playing ; Dear God*

0 komentar:

Poskan Komentar

Domo-kun Cute